Upacara Ngaben

Warga indah jaya 10 Maret 2019: Ngaben yang dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2019 di kampung warga indah jaya merupakan jenis ngaben SAWA SEDANA yaitu upacara ngaben dengan melibatkan jenazah yang masih utuh (tanpa dikubur terlebih dahulu) . Biasanya upacara ini dilaksanakan dalam kurun waktu 3-7 hari terhitung dari hari meninggalnya orang tersebut.

Persiapan menuju ketempat ngaben dok. kampung warga indah jaya (foto by: I ketut asmara jaya )

Upacara Ngaben merupakan peristiwa sakral yang mengandung nilai-nilai religius sangat dalam bagi kehidupan umat Hindu, termasuk nilai kebersamaan dan gotong royong. Ngaben tergolong upacar Pitra Yadnya atau upacara yang ditunjukan kepada leluhur. Secara etimologis Ngaben berasal dari kata api yang mendapat awalan nga, dan akhiran an, sehingga menjadi ngapian, yang disandikan menjadi ngapen yang lama kelamaan terjadi pergeseran kata menjadi ngaben.

Persiapan sebelum dilaksanakannya upacara ngaben dok. kampung warga indah jaya (foto by: I ketut asmara jaya)

Upacara Ngaben selalu melibatkan api, api yang digunakan ada dua, yaitu berupa api konkret (api sebenarnya) dan api abstrak (api yang berasal dari Puja Mantra Pendeta yang memimpin upacara). Versi lain mengatakan bahwa ngaben berasal dari kata beya yang artinya bekal, sehingga ngaben juga berarti upacara memberi bekal kepada Leluhur untuk perjalannya ke Sunia Loka. Jadi, Ngaben adalah upacara penyucian atma (roh) fase pertama sebagai kewajiban suci umat Hindu di Bali maupun luar bali di indonesia, terhadap leluhurnya dengan melakukan prosesi pembakaran jenazah.
Menurut keyakinan Umat Hindu di Bali, badan manusia terdiri dari badan kasar, badan halus dan karma. Badan kasar manusia dibentuk dari 5 unsur yang disebut Panca Maha Bhuta yaitu pertiwi (zat padat), apah (zat cair), teja (zat panas) bayu (angin) dan akasa (ruang hampa). Kelima unsur ini menyatu membentuk fisik manusia dan digerakan oleh atma (roh). Ketika manusia meninggal yang mati adalah badan kasar saja, atma-nya tidak. Nah upacara ngaben adalah proses penyucian atma/roh saat meninggalkan badan kasar.

Pihak keluarga di bantu para warga memikul jenazah menuju ke tempat pengabenan dok. kampung warga indah jaya (foto by. I ketut asmara jaya)

Upacara Ngaben itu sendiri diadopsi dari satra dalam keyakinan umat hindu di India, bahwa untuk mempercepat proses pengembalian badan kasar ke unsur Panca Maha Bhuta, maka dilakukanlah Upacara Ngaben (Kremasi). Upacara Kremasi ini sudah berlangsung sejak jaman bharata yudha di India Sekitar Tahun 400 SM.

setelah dilakuhkan doa bersama keluarga besar dok. kampung warga indah jaya (foto by: I ketut asmara jaya)

Sejak Pengaruh Agama Hindu masuk ke Bali tahun 768 atau sekitar Abad ke 8 maka dengan adanya beragam budaya di bali, maka sejak saat itulah Upacara Ngaben di Bali mulai dilakukan. Dalam Hindu diyakini bahwa Dewa Brahma disamping sebagai dewa pencipta juga adalah dewa api. Jadi ngaben adalah proses penyucian roh dengan menggunakan sarana api sehingga bisa kembali ke sang pencipta yaitu Brahma.

Facebook Comments
About wargaindahjaya 125 Articles
kampung warga indah jaya dioperatori oleh I KETUT ASMARA JAYA

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan