Gotong – royong mebuat banten /sesajen untuk proses pembakaran jenasah

gotong royong mempersiapkan banten dan peralata untuk pembakaran jenasah kampung warga indah jaya (doc. kampung foto by wayan merte)

warga indah jaya 7 agustus 2018 kali ini saya akan menginfokan tentang gotong royong adat bali di kampung warga indah jaya gotong royong kali ini sudah berlangsu sejak dahulu hingga sekarang dan akan terus bergantian setiap ada yang meninggal dan prosessnya juga agak berbeda ya itu ada yang di kuburkan dulu ada juga yang langsung di bakar /kremasi tergantu hari yang di lewatinya.

gotong royong mempersiapkan banten dan peralata untuk pembakaran jenasah kampung warga indah jaya (doc. kampung foto by wayan merte)

di kampung warga indah jaya pastinya akan selalu melalkan gotong royong adat umat hindu setiap ada yang meninggal dunia karena adat hindu di kampung warga indah jaya sudah melukukan gotong royong untuk pembuatan banten untuk upacara pembersihan jenasah sebelum di kuburkan atau kremasi dan setiap ada kematian pasinya ada perbedaan dari bantenya cara pelaksaananya dan masih banyak hal yang berbeda meskipun agama sesama hindu.

Tentang Cuntaka dalam hubungan ngaben Tumandang mantri dan ngelanus. Yang dimaksud dengan Ngaben Tumandang Mantri adalah apabila hari saat meninggalnya dilanjutkan dengan upacara pengabenan, hingga nyekah hari itu juga. Yang dimaksud dengan Ngaben Ngelanus adalah apabila antara pelaksanaan upacara pengabenan dengan upacara Nyekah tidak berselang dan pada hari yang sama. Upacara pengabenan yang dilanjutkan dengan Nyekah (Ngelanus) tidak memperhitungkan cuntaka lagi, dengan dilaksanakannya upacara pemarisudha seperti biyakaon, prayascitta, caru dan upacara pembersihan lainnya.

gotong royong mempersiapkan banten dan peralata untuk pembakaran jenasah kampung warga indah jaya (doc. kampung foto by wayan merte)

Ngaben Meninggal di luar daerah dan tata cara membawa pulang abu jenazah. Setiap jenazah yang sudah pernah diupacarai di Setra dengan upacara yang berhubungan dengan kematiannya, baik yang masih berupa jenazah maupun yang dibakar berupa abu jenazah, tidak dibenarkan untuk dibawa pulang atau masuk ke wilayah Desa Adat.Apabila jenazah tersebut belum mendapat upacara yang berhubungan dengan upacara kematiannya, dapat dibenarkan bila akan dibawa pulang, baik yang masih berwujud jenazah, maupun yang sudah dibakar berupa abu jenazah.

Upacara Ngulapin di Setra dalam hubungan dengan upacara pengabenan. Ngulapin di Setra (kuburan) dalam hubungannya akan dilaksanakan upacara Pengabenan tidak dibenarkan untuk mengambil dan membawa tanah Setra ke rumah/tempat dilaksanakan upacara Pengabenan.Tata cara pelaksanaan upacara Ngulapin di Setra dalam hubungan akan dilaksanakan upacara Pengabenan sesuai dengan ketentuan sastra agama.

gotong royong mempersiapkan banten dan peralata untuk pembakaran jenasah kampung warga indah jaya (doc. kampung foto by wayan merte)

Tentang Makingsan di Geni dan mengabukan jenazah.Makingsan di Geni pada dasarnya bukan merupakan upacara Pengabenan, melainkan setingkat dengan upacara Penguburan biasa. Bedanya jenazah tidak dikubur, melainkan dibakar. Apabila dimaksudkan seperti itu, maka setelah selesainya membakar, abunya agar dibuang ke laut (anyut). Sedangkan apabila dimaksudkan untuk mengabukan sambil menunggu upacara pengabenan yang segera dilaksanakan maka setelah selesai dibakar, abunya dapat disimpan dengan periuk atau tempat lainnya dan selanjutnya ditaruh pada tempat darurat (asagan) yang ditempatkan di Setra.

gotong royong mempersiapkan banten dan peralata untuk pembakaran jenasah kampung warga indah jaya (doc. kampung foto by wayan merte)

Tentang yang berhak muput upacara Pengabenan Yang berhak muput upacara pengabenan adalah Sulinggih (Dwijati) sesuai dengan yang telah diputuskan pada Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu.

About wargaindahjaya 125 Articles
kampung warga indah jaya dioperatori oleh I KETUT ASMARA JAYA

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan