Pembuatan kentongan untuk pos roda

di era globalisasi sekarang ini sangat penting untuk kita semua menjaga warisan tradisi dan kebudayaan dari leluhur kita.

warga indah jaya 23 juli 2018 untuk mengaktifkan kembali akivitas ronda atau jaga malam yang di lakukan oleh warga kampung warga indah jaya. dan setelah jadwal ronda atau jaga malam selesai kepala kampung warga indah jaya langsu mencari bahan untuk kentongan di pos ronda sebagai alaran pengingat kalau ada bahaya,pencurin dan lain-lain. dalam hal ini kepala kampung ikut dalam pencarian bahan dan tentunya dalam pembuatan kentongannya pos ronda.

Kentongan atau yang dalam bahasa lainnya disebut jidor adalah alat pemukul yang terbuat dari batang bambu atau batang kayu jati yang dipahat.Kegunaan kentongan didefinisikan sebagai tanda alarm, sinyal komunikasi jarak jauh, morse, penanda adzan, maupun tanda bahaya. Ukuran kentongan tersebut berkisar antara diameter 40cm dan tinggi 1,5M-2M. Kentongan sering diidentikkan dengan alat komunikasi zaman dahulu yang sering dimanfaatkan oleh penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dan pegunungan. Sejarah budaya kentongan sebenarnya dimulai sebenarnya berasal dari legenda Cheng Ho dari Cina yang mengadakan perjalanan dengan misi keagamaan. Dalam perjalanan tersebut, Cheng Ho menemukan kentongan ini sebagai alat komunikasi ritual keagamaan. Penemuan kentongan tersebut dibawa ke China, Korea, dan Jepang. Kentongan sudah ditemukan sejak awal masehi. Setiap daerah tentunya memiliki sejarah penemuan yang berbeda dengan nilai sejarhnya yang tinggi. Di Nusa Tenggara Barat, kentongan ditemukan ketika Raja Anak Agung Gede Ngurah yang berkuasa sekitar abad XIX menggunakannya untuk mengumpulkan massa.

prose pemilihan kayu untuk di jadikan kentongan oleh kepala kampung warga indah jaya

Kentongan merupakan alat komunikasi zaman dahulu yang dapat berbentuk tabung maupun berbentuk lingkaran dengan sebuah lubang yang sengaja dipahat di tengahnya. Dari lubang tersebut, akan keluar bunyi-bunyian apabila dipukul. Kentongan tersebut biasa dilengkapi dengan sebuah tongkat pemukul yang sengaja digunakan untuk memukul bagian tengah kentongan tersebut untuk menghasilkan suatu suara yang khas. Kentongan tersebut dibunyikan dengan irama yang berbeda-beda untuk menunjukkan kegiatan atau peristiwa yang berbeda. Pendengar akan paham dengan sendirinya pesan yang disampaikan oleh kentongan tersebut. Awalnya, kentongan digunakan sebagai alat pendamping ronda untuk memberitahukan adanya pencuri atau bencana alam Dalam masyarakat pedalaman, kentongan seringkali digunakan ketika suro-suro kecil atau sebagai pemanggil masyarakat untuk ke masjid bila jam salat telah tiba.Namun, kentongan yang dikenal sebagai teknologi tradisional ini telah mengalami transformasi fungsi. Dalam masyarakat modern, kentongan dijadikan sebagai salah satu alat yang efektif untuk mencegah demam berdarah. Dengan kentongan, monitoring terhadap pemberantasan sarang nyamuk pun dilakukan. Dalam masyarakat tani, seringkali menggunakan kentongan sebagai alat untuk mengusir hewan yang merusak tanaman dan padi warga.

prose pemilihan kayu untuk di jadikan kentongan oleh kepala kampung warga indah jaya dan apartur kampung.

Kentongan dengan bahan pembuatan dan ukurannya yang khas dapat dijadikan barang koleksi peninggalan seni budaya masa lalu yang dapat dipelihara untuk meningkatkan pemasukan negara. Kentongan dengan bunyi yang khas dan permainan yang khas menjadi sumber penanada tertentu bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kentongan merupakan peninggalan asli bangsa Indonesia dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Perawatannya juga sederhana, tanpa memerlukan tindakan-tindakan khusus. Kentongan masih banyak kita temui dalam masyarakat modern, namun fungsi kentongan sebagai alat komunikasi tradisional memiliki sejumlah kekurangan yang menyebabkan tergesernya kentongan tersebut dengan teknologi modern. Kegunaan kentongan yang sederhana dan jangkauan suara yang sempit menyebabkan kentongan tidak menjadi alat komunikasi utama dalam dunia modern ini.

prose pemilihan kayu untuk di jadikan kentongan oleh kepala kampung warga indah jaya

Di era globalisasi sekarang ini alat komunikasi telah berkembang jauh melebihi batasan pemikiran sebagian besar manusia. Ketiadaan batasan ruang dan waktu membuat orang berlomba-lomba menciptakan beragam penemuan yang lebih praktis dan lebih luas jangkauannya. Kentongan kini hadir dalam bentuk aplikasi smartphone. Ini membuktikan bahwa budaya kentongan masih tetap eksis di era modern seperti sekarang ini. Dan Aplikasi Kentongan ini tidak menghilangkan unsur asli dari fungsi kentongan yaitu membantu warga dalam berkomunikasi.

jadi untuk di gardu atau pos ronda akan menggunakan kentongan yang terbuat dari kayu dan pastinya akan sangan membantu warga yang dapat bagian jadwal ronda atau jaga malam dan tidaka hanya itu saja yang ikut ronda tidak hanya warga saja tapi kepala kampung warga indah jaya juga ambil bagian jadwal ronda atau jaga malam.

di era globalisasi sekarang ini sangat penting untuk kita semua menjaga warisan tradisi dan kebudayaan dari leluhur kita.
About wargaindahjaya 125 Articles
kampung warga indah jaya dioperatori oleh I KETUT ASMARA JAYA

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan