Membaye hewan ternak pada hari raya kuningan

warga kampung warga indah jaya membaye hewan ternaknya pada setiapa hari raya kunigan saja agara hewan ternak tersebut di beri keselamatan dan juga berkembang biak.

warga indah jaya 4 juli 2018 kali ini kami akan membagikan tetang hari raya kunigan yang biasa di lakunkan oleh umat hindu di kampung warga indah jaya yang mukin sekarang ritual ini sudah jarang di lakukan lagi karena tak banyak warga yang memiliki ternak. dan kali kami akan membagikaninfo kepan publik karena tradisi adalah warisan yang harus kita lestarikan dari kegenarasi sekarang dan generasi kedepanya.

Hari raya Kuningan adalah hari raya yang dirayakan umat Hindu Dharma di Bali. Perayaan ini jatuh pada hari Saniscara (Sabtu), Kliwon, wuku Kuningan. Hari raya ini dilaksanakan setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali (1 bulan dalam kalender Bali = 35 hari). Sepuluh hari setelah hari raya Galungan. Kata Kuningan memiliki makna “kauningan” yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.

warga kampung warga indah jaya membaye hewan ternaknya pada setiapa hari raya kunigan saja agara hewan ternak tersebut di beri keselamatan dan juga berkembang biak.

Hari Kuningan merupakan hari resepsi bagi hari Galungan sebagai kemenangan dharma melawan adharma yang pemujaannya ditujukan kepada para Deva dan Pitara agar turun melaksanakan pensucian serta mukti, atau menikmati sesaji yang dipersembahkan. Kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma(kejahatan) yang telah dirayakan setiap Galungan dan Kuningan hendaknyalah diserap dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dharma tidaklah hanya diwacanakan tapi dilaksanakan, dalam kitab Sarasamuccaya (Sloka 43) disebutkan keutamaan dharma bagi orang yang melaksanakannya yaitu :

“Kuneng sang hyang dharma, mahas midering sahana, ndatan umaku sira, tan hanenakunira, tan sapa juga si lawanikang naha-nahan, tatan pahi lawan anak ning stri lanji, ikang tankinawruhan bapanya, rupaning tan hana umaku yanak, tan hana inakunya bapa, ri wetnyan durlaba ikang wenang mulahakena dharma kalinganika.”

Artinya: “Adapun dharma itu, menyelusup dan mengelilingi seluruh yang ada, tidak ada yang mengakui, pun tidak ada yang diakuinya, serta tidak ada yang menegur atau terikat dengan sesuatu apapun, tidak ada bedanya dengan anak seorang perempuan tuna susila, yang tidak dikenal siapa bapaknya, rupa-rupanya tidak ada yang mengakui anak akan dia, pun tidak ada yang diakui bapa olehnya”. Perumpamaan ini diambil karena, bagi manusia, sangat sulit untuk dapat mengetahui dan melaksanakan dharma itu. Di samping itu pula dharma sangatlah utama dan rahasia, hendaknya ia dicari dengan ketulusan hati secara terus-menerus.

warga kampung warga indah jaya membaye hewan ternaknya pada setiapa hari raya kunigan saja agara hewan ternak tersebut di beri keselamatan dan juga berkembang biak.

Dikutip dari Bhagawan Dwija, mengatakan makna dari Kuningan adalah mengadakan janji/pemberitahuan/nguningang, baik kepada diri sendiri, maupun kepada Ida Sanghyang Parama Kawi, bahwa dalam kehidupan kita akan selalu berusaha memenangkan dharma dan mengalahkan adharma (antara lain bhuta dungulan, bhuta galungan dan bhuta amangkurat).

Sarasamuccaya (sloka 564) juga menyebutkan;
“Lawan ta waneh, atyanta ring gahana keta sanghyang dharma ngaranira, paramasuksma, tan pahi lawan tapakning iwak ring wwai, ndan pinet juga sire de sang pandita, kelan upasama pagwan kotsahan.”

Artinya: “Lagi pula terlampau amat mulia dharma itu, amat rahasia pula, tidak bedanya dengan jejak ikan didalam air, namun dituntut juga oleh sang pandita dengan ketenangan, kesabaran, keteguhan hati terus diusahakan.”

warga kampung warga indah jaya membaye hewan ternaknya pada setiapa hari raya kunigan saja agara hewan ternak tersebut di beri keselamatan dan juga berkembang biak.

Demikianlah keutamaan dharma hendaknyalah diketahui, dipahami kemudian dilaksanakan sehingga menemukan siapa sesungguhnya jati diri manusia. Hari raya Kuningan adalah hari raya khusus, di mana para leluhur yang setelah beberapa saat berada dengan keluarga sekali lagi disuguhkan sesaji dalam upacara perpisahan untuk kembali ke-stananya masing-masing. Sedangkan di pedesaan ada beberapa Barong ngelawang beberapa hari diikuti sekolompok anak-anak dengan tetabuhan/gamelan.

warga kampung warga indah jaya membaye hewan ternaknya pada setiapa hari raya kunigan saja agara hewan ternak tersebut di beri keselamatan dan juga berkembang biak.

Penyelenggaaraan upacara Kuningan disyaratkan supaya dilaksanakan semasih pagi dan tidak dibenarkan setelah matahari condong ke barat. Ini dikarenakan Pada Hari Raya Kuningan, Ida Sanghyang Widhi Wasa memberkahi dunia dan umat manusia sejak jam 00:00 dini hari sampai jam 12:00 siang. Kenapa batas waktu sampai jam 12 siang, dikarenakan energi alam semesta (panca mahabhuta : pertiwi, apah, bayu, teja, akasa) bangkit dari pagi hingga mencapai klimaksnya di bajeg surya (tengah hari). Setelah lewat bajeg surya disebut masa pralina (pengembalian ke asalnya) atau juga dapat dikatakan pada masa itu energi alam semesta akan menurun dan pada saat sanghyang surya mesineb (malam hari) adalah saatnya beristirahat (tamasika kala).

warga kampung warga indah jaya membaye hewan ternaknya pada setiapa hari raya kunigan saja agara hewan ternak tersebut di beri keselamatan dan juga berkembang biak.

Pada hari Kuningan, umat Hindu Bali membuat nasi kuning sebagai lambang kemakmuran dan dihaturkan sesaji sebagai tanda terimakasih dan suksmaning idep sebagai manusia (umat) menerima anugrah dari Hyang Widhi berupa bahan-bahan sandang dan pangan yang semuanya itu dilimpahkan oleh beliau kepada umat-Nya atas dasar cinta-kasihnya. Di dalam tebog atau selanggi yang berisi nasi kuning tersebut dipancangkan sebuah wayang-wayangan (malaikat) yang melimpahkan anugerah kemakmuran kepada umat manusia.

warga kampung warga indah jaya membaye hewan ternaknya pada setiapa hari raya kunigan saja agara hewan ternak tersebut di beri keselamatan dan juga berkembang biak.

Sarana upacara sebagai simbol kemeriahan terdiri dari berbagai macam jejahitan yang mempunyai simbol sebagai alat-alat perang yang diperadekan seperti tamiyang kolem, ter, ending, wayang-wayang dan lain sejenisnya. Dalam upacara Kuningan, menggunakan upakara sesaji yang berisi simbol tamiang dan endongan, dimana makna tamiang memiliki lambang perlindungan dan juga melambangkan perputaran roda alam yang mengingatkan manusia pada hukum alam. Sedangkan Endongan maknanya adalah perbekalan. Bekal yang paling utama dalam mengarungi kehidupan adalah ilmu pengetahuan dan bhakti (jnana). Sarana lainnya, yakni ter dan sampian gantung. Ter adalah simbol panah (senjata) karena bentuknya memang menyerupai panah. Sementara sampian gantung sebagai simbol penolak bala.

warga kampung warga indah jaya membaye hewan ternaknya pada setiapa hari raya kunigan saja agara hewan ternak tersebut di beri keselamatan dan juga berkembang biak.

Jika masyarakat tak mampu menyesuaikan diri dengan alam, atau tidak taat dengan hukum alam, risikonya akan tergilas oleh roda alam. Karena itu, melalui perayaan ini umat diharapkan mampu menata kembali kehidupan yang harmonis (hita) sesuai dengan tujuan agama Hindu. Sementara senjata yang paling ampuh adalah ketenangan pikiran.

Perayaan ini juga dimaksudkan agar umat selalu ingat kepada Sang Pencipta, Ida Sang Hyang Widi Wasa dan mensyukuri karunia-Nya. Melalui perayaan ini umat juga dituntut selalu ingat menyama braya(bersaudara), meningkatkan persatuan dan solidaritas sosial. Selain itu, melalui rerahinan umat diharapkan selalu ingat kepada lingkungan sehingga tercipta harmonisasi alam semesta beserta isinya. Tujuan pelaksanaan upacara kuningan ini adalah untuk memohon kesentosaan, kedirgayusan serta perlindungan dan tuntunan lahir dan batin.

warga kampung warga indah jaya membaye hewan ternaknya pada setiapa hari raya kunigan saja agara hewan ternak tersebut di beri keselamatan dan juga berkembang biak.

Ada tradisi yang biasanya di lakukan saat hari raya kuningan adalah meberi baye kepada hewan ternak dan tumbuhan yang sering di manfaakan dalam jangka waktu yang lama seperti pohon kelapa ,mangga yang jelas tumbuhan yang sengaja di tanam di kebun warga umat hindu di kampung warga indah jaya.

About wargaindahjaya 125 Articles
kampung warga indah jaya dioperatori oleh I KETUT ASMARA JAYA

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan