Acara 3,4,7 bulanan ibu hamil

warga indah jaya 2 juli 2018 Berikut ini yang akan saya postingkan adalah tetang acara tujuh bulana untuk wanita/ibu hamil yang sudah mencapa angka 3,4,7 bulan menurut umat hindu di kampung warga indah jaya.Istilah tujuh bulanan sering diasumsikan berarti bahwa ibu hamil adalah “mandi” dengan hadiah. Terkait Kamar mandi pengantin mungkin berasal namanya dari kebiasaan di zaman Victoria untuk hadiah untuk diletakkan di dalam payung, yang ketika dibuka pengantin akan “mandi” dengan hadiah.

upacara 7 bulanan ibu hamil umat hindu kampung warga indah jaya

Sebenarnya UPACARA MITONI adalah tradisi masyarakat Hindu. Upacara ini dilakukan dalam rangka memohon keselamatan anak yang ada di dalam rahim (kandungan). Upacara ini biasa disebut Garba Wedana [garba : perut, Wedana : sedang mengandung]. Selama bayi dalam kandungan dibuatkan tumpeng selamatan Telonan, Mitoni, Tingkepan [terdapat dalam Kitab Upadesa hal. 46].

upacara 7 bulanan ibu hamil umat hindu kampung warga indah jaya

Upacara Megedong-Gedongan adalah Upacara Kehamilan. Menurut Kanda Pat Rare mengatakan dalam proses kehamilan karena “Kama Jaya” (Sperma dari Ayah) bertemu dengan “Kama Ratih” (Ovum dari ibu) terjadilah pembuahan. Semakin besar terwujudlah Jabang Bayi. Upacara Megedong-gedongan adalah Upacara yang ditujukan kepada Bayi yang masih berada di dalam Kandungan dan merupakan Upacara pertama dilaksanakan pada saat Bayi berumur 5 bulan Bali ( kurang lebih 6 Bulan kalender), karena wujud Bayi sudah dianggap sempurna.

upacara 7 bulanan ibu hamil umat hindu kampung warga indah jaya

Pelaksanaan upacara Magedong-gedongan berfungsi sebagai penyucian terhadap Bayi. Disisi lain juga berarti agar kedudukan Bayi dalam Kandungan agar baik kuat tidak abortus. Secara bathiniah agar Sang Bayi kuat mulai setelah lahir menjadi orang yang berbudi luhur, berguna bagi Keluarga dan Masyarakat Demikian juga dimohonkan keselamatan atas diri si Ibu agar sehat, selamat waktu melahirkan.

upacara 7 bulanan ibu hamil umat hindu kampung warga indah jaya

Membuat acara dan memilih saat usia kehamilan 3,4,7 bulan itu berdasarkan perhitungan dari kitab suci agama hindu, karena dibulan-bulan tsb dalam agama hindu, bayi dalam kandungan memiliki kondisi tertentu yg berkaitan dengan dewa-dewa dan kekuatan alam. Dalam hindu tujuan acara tsb adalah, agar supaya ibu dan janin selalu dijaga dalam kesejahteraan dan keselamatan (wilujeng, santosa, jatmika, rahayu) oleh Sang Hyang Widhi.

upacara 7 bulanan ibu hamil umat hindu kampung warga indah jaya

Acara ini sering juga dikenal dengan Titoni/Tingkeban dan Garba Wedana (garba berarti perut, wedana berarti sedang mengandung). Yaitu, upacara pemanggilan atman (urip) atau ruh kehidupan. Mitoni untuk melakukan ritual sambutan, yaitu penyambutan atau peneguhan letak atman (urip) atau ruh kehidupan si bayi. Dan yg terbesar tingkeban berupa janganan, yaitu upacara suguhan terhadap “Empat Saudara” (sedulur papat) yg menyertai kelahiran sang bayi, yaitu : darah, air, barah, dan ari-ari yg oleh orang Jawa disebut kakang kawah adi ari-ari. Tingkeban dilakukan guna memanggil semua kekuatan alam yg tidak kelihatan tapi mempunyai hubungan langsung pada kehidupan sang bayi. Ari-ari yang keluar bersama bayi dibersihkan dgn air dan dimasukkan ke dalam tempurung kelapa, atau kendil atau guci. kemudian ditanam di pekarangan dan ditimbun dalam tanah, agar Sang Hyang Widhi menjaganya. (Sumber Kitab Upadesa).

upacara ini juga sebagi bentuk pelestarian tradisi adat istiadat umat hindu yang sudah mulai sedikit demisedikit meninggalkan tradisi akibat pengarus globalisasi dari luar negara dngan begini semoga seluruh umat hindu dapat menjaga keaslia tradisi adat istiadata bali di mana pun mereka berada di seluruh indonesia,baik di lampung maupun di luar lampung semoga dapat menjaga tradisi umat hindu.

About wargaindahjaya 125 Articles
kampung warga indah jaya dioperatori oleh I KETUT ASMARA JAYA

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan