Pasraman warga indah jaya juara

Warga Indah Jaya 20 Februari 2018 :Pasraman Warga Indah Jaya ikut berpartisipasi dengan mengirim peserta untuk cabang lomba Kirtanam (Lagu Rahonai Hindu, Seni Tari dan Dharma wacana (dahwa) tingkat provinsi yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung yang dikenal dengan acara Widya Sangga, dalam acara itu berhasil meraih peringkat 1 untuk lomba Dharmawacana, juara 2 untuk lomba kirtanam dan juara 3 untuk lomba seni tari.

Widya Sangga adalah merupakan salah satu media bermanfaat dalam pembinaan mental spiritual umat. Didalamnya dikandung maksud, selain untuk lebih “mengakrabkan” umat dengan pustaka – pustaka sucinya, juga bertujuan luhur guna terus menggemakan “nyanyian – nyanyian Tuhan” itu agar mampu menggetarkan kesadaran untuk selalu berpihak pada “suara kebenaran”. Pada akhirnya, pelantunan lagu-lagu kerohanian itu dapat dijadikan sebagai Gitanjali — medium persembahan bhakti dalam pemujaan kehadapan Hyang Widhi. Bagi umat Hindu, jauh sebelum Utsawa Dharma Gita diperkenalkan sebagai kegiatan lomba, apa yang disebut sebagai tradisi Gitanjali sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari bermacam aktivitas keagamaan. Mewirama, mekidung, mekekawin, megeguritan atau memutru adalah bentuk – bentuk kongkret dari sebuah upaya rahayu untuk memuja-muji kebesaran Hyang Widhi melalui persembahan Gita.

lomba pasraman(doc.kam-foto by guru rohani hindu warga indah jaya)

Apalagi jika dipahami, bahwa kitab suci Weda itu sendiri sesungguhnya adalah suratan kata-kata yang diucapkan dan atau dinyanyikan (dengan aturan tertentu) yang disebut dengan Rca atau Chandra, dan lebih populer lagi dinamakan Mantra. Jadi Weda tidaklah lain dari “nyanyian – nyanyian suci”, yang untuk melafalkannya mesti dilagu-nyanyikan. Dengan demikian, kegiatan Dharma Gita sebagai Gitanjali — persembahan dalam pemujaan melalui penembangan “nvanyian Tuhan” adalah hal lumrah yang kini jelas perlu kembali digairahkan.

Rupanya, bagai gayung bersambut, kegiatan – kegiatan melagukan / menyanyikan syair dan atau sloka-sloka keagamaan sudah mulai dilembagakan ke dalam suatu wadah Pesantian – Pesantian, yang kemudian disalurkan lagi pada muara Utsawa Dharma Gita secara berkelanjutan. Kesemua itu dilakukan, tentulah selain sebagai usaha untuk terus menghidupgairahkan serta melestarikan tetap menggaungnya tembang – tembang bermisi suci, lebih rahayu lagi diarahkan untuk semakin dapat menggugah kesadaran umat untuk taat tekening pewarah agama.

About wargaindahjaya 125 Articles
kampung warga indah jaya dioperatori oleh I KETUT ASMARA JAYA

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan