PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI AGAMA.

  1. Karakteristik Dasar Pendidikan Pasraman

Swami Sivananda dalam All About Hinduism (1988:259) menjelaskan tujuan pendidikan adalah untuk mengantarkan menuju jalan yang benar dan mewujudkan kebajikan, yang dapat memperbaiki karakter seseorang (menuju karakter yang mulia) yang dapat menolong seseorang mencapai kebebasan, kesempurnaan dan pengetahuan tentang Sang Diri (Àtmà), dan dengan demikian seseorang akan dapat hidup dengan kejujuran, hal-hal yang mengarahkan seperti tersebut adalah merupakan pendidikan yang sejati. Shri Sathya Narayana menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah membangun karakter yang baik. Karakter adalah kepribadian seseorang yang menyangkut aspek moralitas, intelegensia, dan perilaku seseorang.(Sudarsana, 2008)

  1. Pasraman Sebagai Media Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata ajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. (Wiguna dalam www.majalahraditya.com)

  1. Pasraman dalam Kebijakan Sisdiknas

Sudah tidak diragukan lagi bahwa ashram memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan. Apalagi dilihat secara historis, ashram memiliki pengalaman yang luar biasa dalam membina dan mengembangkan masyarakat. Bahkan, ashram mampu meningkatkan perannya secara mandiri dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat di sekelilingnya.(Sudarsana, 2008)

Kesimpulan

Usaha untuk membangun atau meningkatkan mutu pendidikan menuju pendidikan yang berkualitas sangat tergantung dari kualitas SDM umat Hindu di samping keinginan baik aparat pemerintah dan pemegang kebijakan, dan terkait pula dengan kebijakan pendidikan nasional umumnya. Dalam masa transisi, kualitas pendidikan dapat ditingkatkan melalui berbagai aktivitas dalam pendidikan formal, informal dan nonformal serta jaringan internasional dengan sungguh-sungguh memperhatikan aspek (pendidikan) moralitas. Di negara maju sekalipun, moralitas ataupun integritas seseorang dan masyarakat sangat menentukan.

About wargaindahjaya 125 Articles
kampung warga indah jaya dioperatori oleh I KETUT ASMARA JAYA

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan